Lobang Kacamata, Magnet Lain dari Lebong

Lobang Kacamata, Magnet Lain dari Lebong

Lebong merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu. Dengan Muara Aman sebagai ibukota kabupaten yang memiliki luas wilayah 1.924,24 km. Selain memiliki objek-objek pariwisata seperti danau dan hutan lindung yang masih alami, Lebong juga memiliki tempat wisata yang tak kalah unik, yakni Lobang Kacamata.

Bagi yang belum pernah mendengar Lobang Kacamata tentu terasa aneh di telinga. Lobang Kacamata merupakan lokasi pertambangan emas peninggalan Belanda pada saat Belanda menjajah Indonesia. Akibat aktivitas tambang dahulu, hingga akhirnya meninggalkan  lobang  seperti goa yang berbentuk seperti lingkaran yang tidak beraturan di dinding tebing. Mengapa disebut kacamata? Karena pada dinding tebing terdapat 2 lobang berdiameter sekitar 2 meter yang bersebelahan membentuk sepasang mata.  Lobang Kacamata berlokasi di Desa Lebong Tambang, Kecamatan Lebong Utara, sekitar 2 km dari ibukota Kabupaten Lebong, Muara Aman. Untuk berkunjung ke objek wisata Lobang Kacamata ini cukup mudah. Karena jaraknya 65 km dari kota Bengkulu, kita bisa menggunakan alat transportasi seperti mobil ataupun motor. Jika anda ingin menggunakan mobil pribadi ataupun mobil travel akan memakan waktu 4 jam perjalanan sedangkan dengan menggunakan sepeda motor membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Jika anda ingin menggunakan mobil travel, saat ini telah tersebar jasa penyewaan mobil travel. Cukup dengan Rp. 50.000,- anda akan dibawa menuju lokasi wisata Lobang Kacamata. Rute perjalanan yang akan anda lewati jika dari Kota Bengkulu yakni, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara (Arga Makmur), dan sampai di tempat tujuan yaitu Lebong.   Lobang Kacamata Sesampainya di lokasi wisata Lobang Kacamata, anda akan disuguhkan panorama yang begitu indah. Jika anda ingin memasuki lokasi wisata Lobang Kacamata, anda akan menaiki tangga yang telah disediakan dan tanpa dikenakan biaya sepeser pun, alias gratis. Ketika anda telah masuk ke Lobang Kacamata, suhu yang dingin akan menyapa anda karena cahaya matahari  tidak terlalu banyak masuk ke dalam goa.

[custom-post-type term=”bengkulu:travel-sumatra” taxonomy=”ait-dir-item-location:ait-dir-item-category” number=”5″ display=”grid” thumb=”100″ featured=”undefined”]

Di dalamnya, tampak dinding-dinding gua yang berwarna putih keabu-abuan yang jika anda sentuh akan terasa dingin ditangan. Terkadang dibeberapa bagian dinding masih meneteskan air. Di dalam gua pun terdapat celah-celah yang berdiameter 1 meter, sisa-sisa pertambangan pada zaman dahulu. Anda pun dapat melihat pemandangan yang dapat memanjakan mata anda melalui Lobang Kacamata, sejauh mata memandang akan terlihat barisan pegunungan dan hutan yang masih alami. Setelah puas melihat-lihat isi gua, lalu keluar menuruni tangga maka akan terlihat tempat-tempat para penambang tradisonal yang berjumlah sekitar 10 kelompok. Penambang tradisional ini sebagian merupakan warga Desa Lebong Tambang dan ada pula yang merantau dari Pulau Jawa. Para penambang pun ramah ketika diwawancarai dan mempersilahkan anda jika ingin melihat-lihat alat-alat yang digunakan untuk menambang.   Wawancara Penambang Emas Dalam menambang emas, satu kelompok berjumlah sekitar 7 sampai 8 orang. Dalam menambang, mereka hanya menggunakan alat pengaman yang sederhana yang sebenarnya kurang menjamin keselamatan mereka dalam bekerja. Di tempat penambang itu pula terdapat alat yang bernama gelundung yakni alat yang memisahkan emas dengan batu yang berbentuk silinder terbuat dari kayu dan plat baja. Di sekitar tempat wisata Lobang Kacamata juga terdapat warung-warung makan dengan menu yang beraneka ragam dan tentunya dengan harga yang terjangkau sehingga tidak membuat dompet anda jebol. Jika anda ingin bermalam, ada beberapa penginapan yang bisa anda datangi. Yakni penginapan Sukma Jaya, Jalan Pasar Muara Aman Kecamatan Lebong Utara dengan kamar yang berjumlah 12 kamar. Saat yang baik untuk berkunjung ke Lobang Kacamata ini adalah sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang siang karena susana di dalam goa cukup terang walaupun tidak terlalu banyak cahaya matahari masuk tetapi sangat cocok bagi anda yang ingin memotret bagian dalam Lobang Kacamata. Tahukah anda, emas yang berada di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) di Ibukota Jakarta yang berdiri dengan megah tersebut berasal dari Lebong karena Lebong kaya dan terkenal dengan emasnya. Menurut sejarah, bahwa zaman pemerintahan kolonial Belanda pada masa penambangan emas yang dilakukan di Lebong tersebut berhasil menguras 40,25 ton emas dan 291,421 ton perak. Angka yang sangat fantastis bukan? Objek wisata Lobang Kacamata adalah bukti sejarah penjajahan kolonial Belanda di Indonesia khususnya di Kabupaten Lebong pada tahun 1899. Lobang Kacamata pun merupakan bukti nyata peninggalan Belanda yang mengeksplorasi kekayaan alam di Kabupaten Lebong. Semua kejadian sejarah ini tidak bisa kita lupakan begitu saja karena sejarah adalah bagian dari sebuah perjalanan Indonesia. Dan tentunya semua peninggalan sejarah ini merupakan aset yang tak terhitung nilainya serta harus kita jaga. Nah, sudah terbayang kan betapa menariknya berkunjung di Lobang Kacamata, Kabupaten Lebong? Selain menikmati suasana di dalam goa, kita juga dapat menambah wawasan sejarah dan pengetahuan dari penambang emas tradisional yang merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Lobang Kacamata. Ayo tambahkan Lobang Kacamata dalam daftar tujuan wisata anda!

Post Discussion

Be the first to comment “Lobang Kacamata, Magnet Lain dari Lebong”

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

Subscribe to the mySumatra mailing list

* indicates required




Subscribe!