Seperti kata pepatah tua, alam adalah ibu dari kehidupan. Leluhur kita adalah alam itu sendiri karena disanalah dimulainya sejarah penciptaan manusia. Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan keseimbangan dalam jiwa yang bersumber dari alam. Dengan keseimbangan itu ia dapat memperbaiki diri dan kembali pada kehidupan dengan semangat baru. Inilah yang ditawarkan oleh alam pesisir pantai Lagundri dan Sorake. Disinilah nuansa alam tropis mencari para petualang sejati.

Sunrise at Sorake

Kedua pantai Lagundri dan Sorake terletak 13 kilometer sebelah selatan pesisir Pulai Nias dari Kota Teluk Dalam, Sumatera Utara. Pasir putih tersenyum lembut dihangatkan oleh belai sinar mentari dan sepoi angin pantai menguras segala kegalauan dan menggantinya dengan ketenangan batin.

Pantai tersebut ditempuh sekitar 55 menit dari Bandara Kualanamu, Medan ke Nias. Dilanjutkan dengan minibus selama 3 jam melewati sawah-sawah, pedesaan Kristiani dan beberapa sungai berlumpur. Bisa juga dari kota Padang dengan kendaraan darat selama enam jam menuju kota Sibolga lalu tiga jam naik ferry ke Gunungsitoli.

the Woolpacks and a Red Mare's Tail

Pohon kelapa berjejer melambai-lambai menjulang tinggi dibarat teluk Lagundri menyambut kedatangan orang asing tanpa kata namun mesra. Langit biru seakan kubah penutup desiran air laut yang lembut bergulung-gulung menghisap semua keresahan yang menggangu. Udara segar ditiup angin mengusap lembut wajah-wajah  yang haus akan kesempurnaan, tak kuasa melawan nikmatnya alam. Lepaskan alas kaki dan rasakan relaksasi pasir pantai memijat telapak kaki sembari menikmati pemandangan laut tak bertepi. Lalu, nikmatilah segelas es jeruk atau kelapa muda untuk menghlangkan kepenatan saat perjalanan. Disisi pantai Lagundri, sebuah mercusuar tegak berdiri menyempurnakan lukisan alam. Gelombang pantai di Lagundri lebih lembut dibandingkan gelombang pantai Sorake. Disini, pengunjung dapat berenang di air lautnya yang jernih, menembus dasar pasir putihnya. Para pecinta fotografi begitu dimanjakan dengan kombinasi teluk dan pepohonan yang sempurna.

indo 2006 037

Dari Lagundri, ada pantai yang tak jauh letaknya yang dinamakan Sorake. Kedua pantai ini berdekatan, hanya berjarak dua kilometer. Berhati-hatilah ketika berjalan menyusuri pantai Sorake, karena banyak batu karang tajam sepanjang bibir pantainya. Banyak orang mengatakan pantai yang ombaknya tinggi biasanya pantainya penuh dengan karang.  Sedari pagi peselancar pergi berduyun-duyun kepantai sampai siang atau sore hari, sementara sebagian pengunjung lain bermalasan di ayunan. Peselancar pemula juga banyak belajar dipagi hari karena ombaknya tidak terlalu tinggi dibandingkan siang hari. Peselancar pemula juga bisa belajar dibawah bimbingan instruktur disana.

Para peselancar itu rupanya tak pernah bosan dengan ombak di Sorake. Kualitas gelombang di Saroke hanya sedikit dibawah pantai-pantai di Hawaii. Para peselancar selalu mencari gelombang ombak yang sempurna seperti ditawarkan Sorake yang mencapai sekitar tujuh sampai sepuluh meter tingginya.  Waktu terbaik berselancar dengan bentuk lipatan ombak sempurna hadir sekitar bulan Juni atau Juli. Lipatan ombak dengan terowongan Sorake bisa mencapai 200 meter panjangnya. Setiap tahun, perlombaan peselancar tingkat dunia Nias Open diselenggarakan dan diikuti ratusan peselancar.

Pulau-Nias_06_Franc-Pallarès-López

Para pengunjung bebas memilih penginapan yang bervariasi disekitar pantai yang dimiliki warga setempat. Kisaran harganya cukup kompetitif sekitar USD15 permalam untuk fasilitas penginapan sederhana. Peselancar biasanya tinggal di Sorake berminggu-minggu lamanya. Membuktikan Sorake adalah salah satu tujuan wisata terbaik yang memacu adrenalin.

Kebanyakan penduduk tidak suka berselancar. Namun dengan berkembangnya bisnis wisata, banyak warga yang mengandalkan bidang ini sebagai sumber mata pencaharian. Keramahan penduduk memberikan kesan berada dirumah sendiri pada para pengunjung pulau. Perikanan dan pertanian adalah sumber mata pencaharian mayoritas penduduk di Nias. Terlibat dalam keseharian mereka juga dapat dijadikan alternatif petualangan disamping pantai.

Ketika berkunjung, jangan lupa mencoba buah Durian asli Nias. Banyak orang bilang rasa Durian nias berbeda dengan durian yang tumbuh di daerah lain.

Kedua pantai ini merupakan jalan menyelusuri kesempurnaan lorong keseimbangan alam. Tempat ini selalu ada bagi mereka yang mencari potongan surga dialam raya.